Quotes Patah Hati Dari Para Penulis Indonesia
Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatiku, pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya.”
― Dee, Rectoverso
― Dee, Rectoverso
“Kita perlu jatuh cinta atau patah hati untuk dapat membuat puisi yang bagus.”
― Helvy Tiana Rosa
“Dik, kamu tahu gak istilah Mama untuk orang yang sudah pernah merasakan patah hati?'
'Apa, Ma?'
Nyokap menatap mata gue, lalu bilang, 'Dewasa.”
― Raditya Dika, Koala Kumal
“Buat apa merisikokan patah hati untuk orang yang nggak benar-benar bisa membuatmu jatuh hati?”
― Christian Simamora, Marry Now, Sorry Later
“Ketika hubungan bertemu ujungnya, sekurang-kurangnya ada satu hati yang menjadi korban.”
― Christian Simamora, Burn Baby Burn
“Tidak perlu membesar-besarkan sesuatu, yang pada dasarnya memang tidak besar . Kamu berlebihan”
― Gadis November
“Tanyalah pada angin, apakah ia bisa patah hati? Sejauh ini ia tak pernah menjawabnya. Tanyalah aku, bisakah aku patah hati? Sejauh ini kau membuatku seperti angin.”
― Alfin Rizal
“Singgahlah sejenak, aku tengah merupa senja. Tertangkap matamu saja sudah cukup, tak perlu kau simpan, kelak aku akan tenggelam.”
― Wira Nagara, Distilasi Alkena
“Daripada menyatakan cinta,
aku lebih nyaman berbohong seperti ini padamu:
“Kau adalah orang pertama yang aku cintai dengan sepenuh hati,
meskipun aku tahu kau bukan milikku.
Meskipun kau memilih orang lain yang kau rasa lebih pantas berada di sisimu.
Aku mengerti. Aku benar-benar mengerti.
Namun, aku juga ingin kau tahu, selamanya kau adalah satu di antara sejuta.
Kau istimewa, terbaik di antara yang terbaik.
Jadi kalau hanya teman posisi yang tersedia untuk saat ini,
dengan senang hati aku menawarkan diriku.
Aku cukup puas berada sedekat ini denganmu,
meskipun tahu tak akan pernah jadi cinta sebenarmu.
Tak apa. Benar-benar tak apa.”
― Christian Simamora, Burn Baby Burn
“Mantan itu seperti nyamuk. Dia akan selalu bisa terbang masuk kalau pintunya tak pernah kau tutup.”
― Christian Simamora, How To Stay Single
“Untuk sebentar, mereka bahagia. Untuk sejenak, semua terasa sempurna. Mereka tertawa bersama, meski tahu ini tak untuk selamanya.
Tapi bukankah semua kehidupan begitu?
Untuk beberapa saat, mereka tidak ingin mengingat, bahwa setelah ini ada yang akan berkemas menjauh.”
― Lucia Priandarini, Dua Garis Biru
“Terima kesedihanmu dengan lapang dada, tetapi jangan mau diperhamba olehnya.”
― Christian Simamora, What A Boss Wants
“Perpisahan dengan orang yang tidak ingin bersamamu selalu indah. Kalau belum terasa indah sekarang, pasti terasa nanti, saat kamu bertemu orang yang benar-benar ingin bersamamu.”
― Lucia Priandarini, 11:11
“Menikah juga nggak menjamin lo bakal bahagia sampai tutup usia. Itu hanya fantasi yang diciptakan para pendongeng untuk mengakhiri ceritanya.”
― Christian Simamora, Typo
“Kelak sepasang matamu,
akan menampung samudra yang engkau ciptakan dari ketiadaanku.
Kelak ketiadaanku,
akan menguras pasangnya laut sebagai mendung di matamu, yang menjadikannya berguguran.
Kelak sepasang pipimu,
akan menjadi derasnya selat yang mempertemukan antara air matamu
dengan ketiadaanku.”
― Ilham Gunawan
“Bagiku, kau adalah hadiah utama.
Bagimu, aku hanya selembar kertas undian yang tak menang.”
― Christian Simamora, Burn Baby Burn
“Sekalipun sakit hati, seseorang tidak bisa membohongi bahwa dia tetap membutuhkan orang yang dicintai berada di sisinya.”
― Lea Yunkicha, BTS X ARMY In the Love Maze
“Ketika Tuhan tak merencanakan laki-laki dan perempuan untuk berjodoh, para orangtua akan turun tangan untuk menyatukan mereka.”
― Christian Simamora, Typo
“Cinta memang akan selalu menyakitkan.
Entah karena kau mencintai terlalu banyak, terlalu lama, atau karena tak bisa mencintai sebanyak dan selama yang kau inginkan….”
― Christian Simamora, How To Stay Single
“Kepada ikan-ikan yang seumur hidupnya digunakan hanya untuk mandi dan membuka mata. Juga kepada ubur-ubur yang diuber-uber spongebob. Ceritakan padaku bagaimana kehidupan di dalam air! Apa yang paling kalian takutkan selain Tuhan dan kekeringan? Takutkah kau terhadap bangsaku, kaumku dan mahluk sejenisku? Kuberitahu kalian satu hal; ada dua keadaan yang membuat manusia tidak perlu kau takuti; pertama saat mereka jatuh cinta, kedua saat mereka patah hati.”
― Alfin Rizal, Februarindu
“Siapa yang sanggup membebaskan diri dari rasa sakit? Bahkan, saat membenci dan menyakiti seseorang sekali pun, hatimu tetap saja diborgol oleh rasa sakit.”
― Ilham Gunawan
“Rasa sakit hati itu indah. Setidaknya patah-hati memberikan sensasi bahwa kita memang masih hidup. Lagipula siapa bilang ditolak cinta itu tidak indah? Itu indah, Bung! Pikirkanlah dari sudut yang berbeda! (132)”
― Tere Liye, Berjuta Rasanya
“Pada akhirnya tidak ada yang bisa menang dari melawan kata hati. Rasa sakit dari penyesalan, butuh sekian lama untuk tidak lagi merasakannya.”
― @asli_aris
“Detik-detik menuju pulang:
Yang patah pada ranting
bukanlah kayu,
melainkan hatiku.”
― Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)
“Seandainya aku patah hati, semoga itu jenis patah hati yang melarangku mematahkan hati orang lain.”
― Alfin Rizal
“Aku terjatuh dalam lubang yang curam,
Disana ku habiskan seluruh sepenuh
Aku mati di duri yang menikam
Ku lepas nafas jiwa pergi jauh...
Aku kau dan kita
Sejauh tak bersua menikam di dada
Sedekat tak memandang sinis lirikan
Sudah...
Sudahlah menghilang
Kabur tak terlihat
Hampa...
Dingin, Diam, Hening dan Sunyi ?
Kita,
... bertemu lagi.!”
― Manhalawa
“Aku tahu sekarang, apa yang terparah dari patah hati. Aku tidak mati. Walau sakitnya membuat semua tulangku lantak, walau sakitnya membuat semua luka menganga, tapi aku terus hidup. Aku akan terus hidup dengan semua sakit di dada.”
― Kusumastuti, Denting Lara
“Kuhunjamkan pedangku ke bilah dadaMu
Kautikam jantungku dengan belati
Lihat siapa di antara kita yang abadi!”
― Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)
“Kita pun kini paham
bahwa takada yang abadi
–termasuk kita−
dalam puisi.”
― Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)
“Aku; ialah sajak kusut yang siap larut beriringan dengan air mata yang surut.”
― Dina Zettira Putri

EmoticonEmoticon